Rangkuman Kurikulum, RPP dan lain-lain
Kurikulum adalah :
Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
KTSP, Silabus, RPP
KTSP
- Apa itu KTSP ?
- Apa landasannya ?
- Pedoman Pemngembangan
- Koordinasi
- Prinsip Pengembangan
- Komponen
KTSP adalah :
Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Atau dengan pengertian lain yaitu kurikulum yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah masing-masing
Landasan-landasan KTSP yaitu :
- UUD 1945
- UU No. 20 Tahun 2003 tentang sSistem Pendidikan Nasional
- Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
- Permendiknas 22,23,24 tahun 2006 dan 2007
Pedoman Pengembangan dari KTSP yaitu :
- Standar Isi
- Standar KL
- Panduan BNSP
Prinsip pengembangan dari KTSP :
- Berpusat pada peserta didik
- Beragam dan terpadu
- Tanggap terhadap IPTEK dan seni
- Relevan (sesuai dengan kebutuhan hidup)
- Menyeluruh dan berkesinambungan
- Long life education (kemampuan sepanjang hayat)
- Seimbang Nasional dan daerah
Komponen KTSP :
1. Visi, misi, dan tujuan
2. Struktur dan muatan yang terdiri dari :
- Mata pelajaran
- Beban studi
3. Kalender pendidikan
4. Silabus
5. RPP
Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran yang dibuat untuk satu semester
Silabus berisikan tentang :
1. Standar Kompetensi
Standar kompetensi adalah seperangkat kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dapat ditunjukkan oleh siswa sebagai hasil belajar.
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah rincian lebih lanjut dari standar kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa sebagai bukti bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan.
3. Materi Pokok
Materi pokok adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar.
4. Kegiatan Pembelajaran
5. Indikator
Indikator merupakan tolak ukur terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
6. Penilaian
Penilaian dapat didapat dari penilaian tes dan non tes.
7. Alokasi waktu
Alokasi waktu merupakan waktu yang dibutuhkan atau diperlukan.
8. Bahan Ajar
Bahan ajar dapat merupakan media pembelajaran seperti buku, dll
RPP
RPP merupakan persiapan mengajar guru yang berisikan tentang apa-apa saja yang akan dilakukan guru dan siswa selama dalam kegiatan pembelajaran dalam satu kali pertemuan.
Komponen-komponen RPP terdiri dari :
- standar kompetensi
- kompetensi dasar
- indikator
- alokasi waktu
- tujuan pembelajaran
- materi pembelajaran
- metode pembelajaran
- langkah-langkah pembelajaran
- alat/sumber belajar
- penilaian
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA ...................
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : X / 2
Standar Kompetensi :
Memahami sifat dan komponen bangun ruang sisi lengkung.
Kompetensi Dasar :
Menggunakan sifat dan komponen tabung dan kerucut dalam permasalahan.
Indikator :
Menurunkan rumus volume kerucut dan menghitung volume tabung dan kerucut
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan)
- Tujuan Pembelajaran.
a. Siswa dapat memahami sifat dan komponen dari tabung dan kerucut dalam suatu permasalahan.
b. Siswa dapat menurunkan rumus volume kerucut dengan menggunakan bangun ruang yang lain yaitu tabung.
c. Siswa dapat menghitung volume tabung dan kerucut.
- Materi Ajar.
Volume bangun ruang sisi lengkung.
- Metode Pembelajaran.
Diskusi, tanya jawab, demonstrasi dengan menggunakan alat peraga, pemberian tugas dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.
- Langkah-langkah Pembelajaran.
a. Pendahuluan.
Apersepsi : Mengingatkan kembali tentang bentuk-bentuk bangun ruang tabung
dan kerucut.
Motivasi : Jika materi ini dipahami dengan baik, akan dapat membantu siswa
dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
b. Kegiatan Inti :
a.) Dengan dialog dan tanya jawab, siswa diminta menyebutkan contoh-contoh bangun ruang dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk tabung dan kerucut (bangun ruang sisi lengkung).
b.) Bersama guru, siwa mendiskusikan kaitan materi volume bangun ruang sisi lengkung ini dalam kehidupan sehari-hari.
c.) Siswa diminta untuk membagi kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
d.) Setiap kelompok dibagi satu persatu alat peraga dan LKS yang telah dipersiapkan oleh guru.
e.) Siswa diminta untuk memahami LKS yang telah diberikan, dan memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada pertanyaan.
f.) Siswa diberi kesempatan untuk mengamati alat peraga yang telah diberikan.
g.) Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk bekerja sesuai dengan LKS yang telah diberikan, sehingga siswa dapat menemukan pengetahuan baru dengan mendapatkan rumus volume kerucut.
h.) Setiap kelompok dibimbing oleh guru untuk menggali pengetahuan baru, sehingga dapat menemukan rumus volume kerucut.
i.) Siswa diminta untuk mngerjakan LKS yang telah diberikan, dengan memanfaatkan pengetahuan baru yang telah didapat.
j.) Masing-masing kelompok diminta untuk mendemonstrasikan alat peraga tersebut, dan mempresentasikan hasil kerja siswa tiap kelompok.
k.) Siswa diminta untuk memperhatikan dan menanggapi laporan dari kelompok lain.
c. Penutup.
a.) Dengan bimbingan guru, siswa diminta untuk membuat rangkuman
b.) Siswa dan guru melakukan refleksi
c.) Guru memberikan tugas (PR)
- Alat dan sumber Belajar.
Model Bangun Ruang tabung dan kerucut.
- Penilaian
Teknik : Tes lisan, tes tertulis, dan presentasi.
Bentuk Instrumen : LKS, petunjuk kerja.
Instrumen :
1. Masih ingatkah kalian rumus volume tabung ? Coba tuliskan apa rumus volume tabung tersebut !
2. Menggunakan tabung, coba kalian lakukan seperti petunjuk kerja di bawah ini :
Petunjuk Kerja :
1. Isilah kerucut dengan pasir sampai rata dengan permukaan kerucut.
2. Kemudian tuangkan pasir dari kerucut tersebut ke dalam tabung.
3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai tabung menjadi penuh.
4. Dari beberapa kali penuangan sampai pasir rata dengan permukaan tabung.
5. Akan ditemukan hubungan antara volume tabung dengan volume kerucut.
Syarat :
tinggi tabung = tinggi kerucut
jari-jari tabung = jari-jari kerucut
3. Berapa kali takaran kerucut yang diperlukan agar pasir memenuhi tabung?
4. Dari eksperimen yang telah kalian lakukan, coba tuliskan apa yang telah kalian simpulkan mengenai volume kerucut !
5. Ibu ingin membuat nasi tumpeng untuk acara ulang tahun adik, yang berdiameter 28cm dan tingginya 21cm. Berapakah volume nasi tumpeng yang ibu buat?
6. Ibu membeli pempek lenjer 5 buah. Masing-masing lenjer berjari-jari 3cm, dengan panjang pempek yaitu 21cm. Hitunglah volume kelima pempek yang ibu beli !
Palembang,... April 2012
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran
.................................. ..........................................
Hypothetical Learning Trajectory
3 Komponen HLT menurut Simon :
1. Learning Goal
2. Learning Activity
3. Hypothetical Learning Process
· Goal I
1. Learning Goal I : Memahami Perkalian dan Pembagian.
2. Learning activity:
- Siswa menghapal perkalian.
- Siswa memahami perkalian.
- Siswa memahami pembagian.
- Siswa mempelajari teknik-teknik perkalian yang mudah dan cepat.
- Siswa mempelajari cara menyelesaikan perkalian dan pembagian.
3. Hypothetical Learning Process:
- Dalam contoh perkalian 2 x 3 : ada siswa yang berpikir untuk menjumlahkannya dengan cara 2 + 2 + 2 = 6. Ada juga yang berpikir 3+3 = 6.
- Didalam perkalian, anak terkadang menjumlahkan hasil perkalian sebelumnya dengan kelipatan perkalian yang sedang dipahami.
Misalnya pada perkalian dua berikut :
1 x 2 = 2
2 x 2 = 4
3 x 2 = 6
Untuk mendapatkan hasil dari perkalian 4 x 2 , anak menjumlahkan hasil dari perkalian sebelumnya yaitu hasil dari perkalian 3 x 2 = 6. Seperti tertuliskan, 6 + 2 = 8.
- Dalam perkalian, anak terkadang suka membolak-balikan perkalian, untuk menemukan hasil dari perkalian yang sedang dipahami. Misalnya, 2 x 3 = 6 sama hasilnya dengan 3 x 2 = 6.
· Goal II
1. Learning Goal : memahami definisi dari FPB dan KPK.
2. Learning activity :
- Siswa mencoba mencari-cari definisi dari FPB
- Siswa mencoba mencari-cari definisi dari KPK
- Siswa memahami definisi dari FPB
- Siswa memahami definisi dari KPK
- Siswa mencoba menyimpulkan sendiri definisi dari FPB
- Siswa mencoba menyimpulkan sendiri definisi dari KPK
3. Hypothetical Learning Process:
- Siswa mengingat bahwa FPB pangkat terkecil
- Siswa mengingat bahwa KPK pangkat terbesar dan bilangan yang ada ditulis semua.
· Goal III
1. Learning Goal : memahami dan bisa menyebutkan bilangan prima.
2. Learning activity :
- Siswa mencoba untuk mendefinisikan apa itu bilangan prima.
- Siswa mencoba memahami definisi dari bilangan prima.
- Siswa mencoba menyebutkan satu persatu bilangan prima hingga batas yang ditentukan.
3. Hypothetical Learning Process :
- Siswa memahami bahwa bilangan prima adalah bilangan yang tidak dapat dibagi lagi.
- Siswa memahami bahwa bilangan prima merupakan bilangan yang bukan merupakan bilangan yang mempunyai kelipatan bilangan lain.
- Siswa mengetahui bilangan prima dengan cara mengurutkan terlebih dahulu bilangan dari yang terkecil hingga terbesar sampai batas yang ditentukan. Lalu, siswa menyebutkan mana saja yang merupakan bilangan prima. Contohnya, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 dari bilangan yang ada, siswa baru bisa menyebutkan yang mana yang merupakan bilangan prima. Siswa akan menyebutkan bilangan prima yang dimaksud yaitu 2,3,5,7, dan 9.
· Goal IV
1. Learning Goal : memahami dan bisa menentukan faktorisasi prima.
2. Learning activity :
- Siswa terlebih dahulu memahami apa itu faktorisasi prima.
- Siswa mengerti dan memahami cara menentukan faktorisasi prima.
- Siswa mencoba-coba untuk menentukan faktorisasi prima dengan menggunakan pohon faktor.
3. Hypothetical Learning Process :
- Siswa mencari faktorisasi prima dengan menjabarkan satu persatu bilangan prima yang ada pada bilangan tersebut. Misalnya, faktorisasi prima dari bilangan 27. Siswa menjabarkannya menjadi, 27 = 2 x 3 x 3 x 3.
- Siswa mencari perkalian yang termudah dulu bagi siswa, lalu baru difaktorkan dengan bilangan prima yang siswa ketahui. Baru siswa bisa menuliskan faktorisasi prima dari bilangan yang diketahui. Misalnya faktorisasi prima dari 16. Siswa menghapal bahwa 16 merupakan hasil dari perkalian 4 x 4. Barulah siswa mencari satu-persatu faktor prima dari 4 yaitu 2 x 2. Lalu, mencari lagi faktor prima dari bilangan yang lain, 4 yaitu 2 x 2. Baru siswa menarik kesimpulan bahwa faktorisasi prima dari 16 yaitu 24.
· Goal V
1. Learning Goal : memahami dan bisa menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan.
2. Learning activity :
- Siswa mencari FPB dari dua bilangan.
- Siswa mencari KPK dari dua bilangan.
- Siswa mencari FPB dan KPK dengan sekaligus.
3. Hypothetical Learning Process :
- Siswa terkadang mencari faktorisasi prima dari masing-masing bilangan dulu, baru bisa menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan yang dakan ditentukan.
- Siswa menentukan FPB dan KPK dengan menggunakan tabel. Misalnya menentukan FPB dan KPK dari 32 dan 54.
dibagi | 32 | 54 |
2 | 16 | 27 |
2 | 8 | 27 |
2 | 4 | 27 |
2 | 2 | 27 |
2 | 1 | 27 |
3 | 1 | 9 |
3 | 1 | 3 |
3 | 1 | 1 |
FPB dari 32 dan 54 adalah 2. Bisa dilihat pada tanda bilangan yang merah. Tanda merah merupakan posisi dimana bilangan itu bisa sama-sama dibagi 2.
KPK dari 32 dan 54 adalah 25 x 33 = 864
- Siswa menentukan KPK dengan menggunakan rumus : . Jadi, pertama-tama siswa akan mencari FPB dari bilangan tersebut. Contohnya mencari KPK dari bilangan 32 dan 54. Penyelesaiannya yaitu : ( terbukti seperti contoh di atas).
- Siswa menentukan KPK dengan mencari himpunan kelipatan bilangan yang ada. Misalnya KPK dari 4 dan 8.
Kelipatan 4 : 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,...
Kelipatan 8 : 8,16,24,32,40,48,56,64,72,80,...
Ambil kelipatan bilangan yang sama yaitu, 8,16,24,32,40. Jadi, KPK dari 4 dan 8 merupakan Kelipatan Persekutuan Kecil dari bilangan kelipatan yang ada yaitu, 8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar